Berawal dari nama, kita akan
mendapat jutaan cerita. Begitu pula dari judul, maka akan ada jutaan makna yang
tercipta. Pernahkah kita mencoba mengingat beberapa hal di masa lalu yang
sempat terkorupsi memori? Sebuah nama teman bermain sewaktu kecil? Siapa
tetangga yang sering memberi bingkisan mungil? Atau pada apa yang terlintas
pada benak anda saat ini juga? Jutaan nama dan cerita memberi kesempatan pada
pesan. Jutaan pasang mata, telinga, dan jutaan hati pula yang membuat hari-hari
menjadi bernilai.
Di sela-sela cerita, seringkali
timbul tanda tanya, tanda seru, tanda bimbang, tanda hilang, tanda patah, tanda
hancur, tanda bangkit, serta sejuta tanda lainnya yang sebenarnya adalah bingkisan
tak terduga. Tanda di mana sebuah nama dapat merubah bentuk tanpa sengaja. Dari
bayi hingga tumbuh berusia puluh. Dari sopan hingga bertingkah laku liar. Dari
sayang menjadi tak termaafkan. Atau dari nol menjadi sebuah satu. Banyak hal
yang berubah seiring dengan banyaknya nama-nama yang menemukan diri kita.
Ada yang mengaburkan rasa sakit,
ada yang menyemangati dengan cinta, ada yang menyakitkan dengan dendam, ada
yang melihat lewat tatapan dalam, ada yang menuntut untuk dibahagiakan. Banyak
nama, maka banyak hal yang perlu kita mengerti. Setiap nama setidaknya memiliki
sarang untuk bersembunyi. Lalu, tugas kita adalah untuk menemukan sarang itu.
Dan dari semua sarang-sarang yang kita kumpulkan, seharusnya satu hal akan
tersadarkan; bahwa menjadi manusia memang selalu erat dengan ketidaksempurnaan.
Dan banyak ketidaksempurnaan yang diam karena mereka hanya sanggup
menempatkannya tetap di sarang. Bagai orang bahagia yang cacat, bukan orang
cacat yang bahagia.
Sebuah nama juga tidak akan selalu
abadi. Berapa kali kita bertemu dengan wajah lama dan kita lupa akan nama?
Berapa kali kita sadar untuk bertanya kabar pada nama yang telah usang? Bahkan
terkadang sebuah nama yang telah tiada hanya akan berlalu begitu saja.
Phonebook berisi daftar nama-nama baru, menggantikan nama-nama terdahulu yang terabaikan.
Begitu banyak perpisahan menghapuskan ingatan, sedangkan begitu banyak
pertemuan menggantikan perpisahan-perpisahan. Nama yang selalu abadi adalah
sebuah nama yang selalu bisa membuat kita terbang tinggi sekaligus yang dengan
gampang membuat kita jatuh. Mereka tidak akan termakan detik sebab mereka sebenarnya
adalah tempat untuk belajar.
Nama dan cerita. Seperti luka dan
bahagia. Tidak akan terlupa karena semua adalah bagian dari rentang
metamorfosa. Meskipun pernah tertatih, perih, namun selalu akan ada saat dimana
semua hal itu membuat bibir kita kembali tertawa. Bahwa yang terpenting adalah
bukan karena sekarang kita bahagia saja, namun bagaimana belajar untuk meraih
kebahagiaan tersebut dari sejuta nama dalam hidup kita.
Catatan: Telah diterbitkan di halaman persembahan skripsi penulis th. 2010.